5 Hikmah Imam Ali as tentang Musibah

5 Hikmah Imam Ali as tentang Musibah

 

اَلْمُصِيْبَةُ بِالدِّيْنِ اَعْظَمُ الْمَصَائِبِ

Musibah (yang menimpa) agama adalah musibah paling besar

 

مَنْ عَظَّمَ صِغَارَ الْمَصَائِبِ اِبْتَلَاهُ اللهُ بِكِبَارِهَا

Siapa yang membesar-besarkan kecilnya musibah maka Allah akan memberinya mengujinya dengan musibah yang lebih besar.

 

بَلَاءُ الرَّجُلِ فِي طَاعَةِ الطَّمَعِ وَالْاَمَلِ

Musibah seseorang terletak pada mengikuti ketamakan dan angan-angan.

 

مَنْ لَهِيَ عَنِ الدُّنْيَا هَانَتْ عَلَيْهِ الْمَصَائِبُ

Barangsiapa yang mengabaikan dunia maka musibah akan menjadi ringan baginya.

 

ثَلَاثٌ مِنْ اَعْظَمِ الْبَلَاءِ : كَثْرَةُ الْعَائِلَةِ وَ غَلَبَةُ الدَّيْنِ وَ دَوَامُ الْمَرَضِ

3 hal yang termasuk musibah terbesar :

1. Banyaknya keluarga.

2. Terlilit oleh hutang.

3. Sakit yang tak kunjung sembuh.