5 Hikmah Imam Ali tentang Dzikir (Mengingat Allah)

5 Hikmah Imam Ali tentang Dzikir (Mengingat Allah)

 

الذِّكْرُ يُؤْنِسُ اللُّبَّ وَ يُنِيْرُ الْقَلْبَ وَ يَسْتَنْزِلُ الرَّحْمَةَ

Dzikir (mengingat Allah) itu menenangkan akal (pikiran), menerangi hati dan mendatangkan rahmat.

 

الذِّكْرُ نُوْرُ الْعَقْلِ وَحَيَاةُ النُّفُوْسِ وَجَلَاءُ الصُّدُوْرِ

Dzikir adalah cahaya akal, kehidupan jiwa dan terangnya (lapangnya) dada.

 

اِشْحَنِ الْخَلْوَةَ بِالذِّكْرِ وَاَصْحِبِ النِّعَمَ بِالشُّكْرِ

Isilah kesendirian dengan dzikir dan sertailah kenikmatan dengan syukur.

 

اِذَا رَاَيْتَ اللهَ يُؤْنِسُكَ بِخَلْقِهِ وَيُوْحِشُكَ مِنْ ذِكْرِهِ فَقَدْ اَبْغَضَكَ

Jika engkau melihat Allah membuatmu senang dengan hamba-Nya dan membuatmu tidak nyaman dengan dzikir kepadanya maka sungguh itu adalah tanda bahwa Allah membencimu.

 

ذِكْرُ اللهِ رَأْسُ مَالِ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَ رِبْحُهُ السَّلَامَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ

Dzikir kepada Allah adalah modal setiap mukmin, dan keuntungannya adalah selamat dari setan