5 Hikmah Imam Ali tentang Orang Baik

 

5 Hikmah Imam Ali tentang Orang Baik

 

المُحْسِنُ حَيٌّ وَإِنْ نُقِلَ اِلَى مَنَازِلِ الْاَمْوَاتِ

“Orang baik itu hidup walaupun ia telah mati.”

 

لَا يَكُنِ الْمُحْسِنُ وَالْمُسِيْئُ عِنْدَكَ سَوَاءً، فَإِنَّ ذَلِكَ يُزَهِّدُ الْمُحْسِنَ فِي الْإِحْسَانِ، وَيُتَابِعُ الْمُسِيْئَ اِلَى الْإِسَاءَة

“Janganlah kau samakan orang baik dengan orang buruk. Karena hal itu akan membuat orang baik tidak bersemangat untuk berbuat baik. Dan membuat orang buruk terus mengikuti keburukan.”

 

شَرُّ اْلمُحْسِنِيْن اَلمُمْتَنُّ بِإِحْسَانِهِ

“Seburuk-buruk orang baik adalah yang mengungkit kebaikannya.”

 

المُحْسِنُ مَنُ صَدَّقَ أَقْوَالَهُ أَفْعَالُهُ

“Orang baik adalah orang yang membuktikan perkataannya dengan perbuatan.”

 

المُحْسِنُ مَنْ عَمَّ النَّاسَ بِالْإِحْسَانِ

“Orang baik adalah yang setiap orang mendapat kebaikannya.”