5 Hikmah Imam Ali tentang Orang Dungu

5 Hikmah Imam Ali tentang Orang Dungu

 

اَحْمَقُ النَّاسِ مَنْ يَمْنَعُ الْبِرَّ وَيَطْلُبُ الشًّكْرَ، وَيَفْعَلُ الشَّرَّ وَيَتَوَقَّعُ ثَوَابَ الْخَيْرِ

Orang yang paling dungu adalah yang menahan kebaikan namun berharap sanjungan dan berbuat keburukan namun berharap pahala kebaikan.

 

اَحْمَقُ النَّاسِ مَنْ ظَنَّ اَنَّهُ اَعْقَلُ النَّاسِ

Orang yang paling dungu adalah yang merasa paling pandai.

 

تُعْرَفُ حَمَاقَة ُالرَّجُلِ فِي ثَلَاثٍ : فِي كَلَامِهِ فِيْمَا لَا يَعْنِيْهِ وَ جَوَابِهِ عَمَّا لَا يُسْأَلُ عَنْهُ وَ تَهَوُّرِهِ فِي الْاُمُوْرِ

Kedunguan seseorang dapat dikenali pada tiga hal:

1. Pada perkataanya ketika berbicara tentang sesuatu yang tidak berhubungan dengannya.

2. Pada jawabannya ketika menjawab sesuatu yang tidak ditanya tentang itu.

3. Pada kecerobohannya dalam segala urusan.

 

اَلسُّكُوْتُ عَلَى الْاَحْمَقِ اَفْضَلُ جَوَابِهِ

Diam dihadapan orang dungu adalah sebaik-baik jawaban.

 

اَلْاَحْمَقُ غَرِيْبٌ فِي بَلْدَتِهِ، مُهَانٌ بَيْنَ اَعِزَّتِهِ

Orang dungu itu terasing dilingkungannya dan terhina diantara orang-orang dekatnya.