5 Hikmah Imam Ali tentang Orang Mukmin

5 Hikmah Imam Ali tentang Orang Mukmin

 

المُؤمِنُ صَدُوْقُ اللِّسَانِ بَذُوْلُ الْاِحُسَانِ

Seorang mukmin itu selalu jujur lisannya dan sering menebar kebaikan.

 

المُؤْمِنُ شَاكِرٌ فِي السَّرَّاءِ صَابِرٌ فِي الْبَلَاءِ خَائِفٌ فِي الرَّخَاءِ

Seorang mukmin itu bersyukur diwaktu senang, bersabar diwaktu tertimpa musibah dan takut (waspada) diwaktu tenang.

 

المُؤْمِنُ إِذَا نَظَرَ إِعْتَبَرَ، وَإِذَا سَكَتَ تَفَكَّرَ،وَإِذَا تَكَلَّمَ ذَكَرَ،وَإِذَا اُعْطِيَ شَكَرَ،وَإِذَا اُبْتُلِيَ صَبَرَ

Seorang mukmin itu ketika melihat ia mengambil pelajaran, ketika diam dia berpikir, ketika berbicara ia berdzikir, ketika diberi ia bersyukur dan ketika ditimpa musibah ia bersabar.

 

لِلْمُؤْمِنِ ثَلَاثُ سَاعَاتٍ : سَاعَةٌ يُنَاجِي فِيْهَا رَبَّهُ, وَسَاعَةٌ يُحَاسِبُ فِيْهَا نَفْسَهُ، وَسَاعَةٌ يُخَلِّي بَيْنَ نَفْسِهِ وَلَذَّتِهَا فِيْمَا يَحِلُّ وَيَجْمَلُ

Seorang mukmin memiliki tiga waktu : waktu untuk bermunajat kepada tuhannya, waktu untuk menghisab dirinya dan waktu antara dirinya dan kenikmatan yang dihalalkan lagi indah.

 

سُرُوْرُ المُؤْمِنِ بِطَاعَةِ رَبِّهِ، وَحُزْنُهُ عَلَى ذَنْبِهِ

Kebahagiaan seorang mukmin terletak pada ketaatan kepada tuhannya. Dan kesedihannya terletak pada dosanya.