Sungguh Aku Lebih Suka untuk Tak Dikenali

Sungguh Aku Lebih Suka untuk Tak Dikenali

Diriwayatkan bahwa Imam Ali bin Husain as-Sajjad tidak bepergian kecuali dengan rombongan yang tidak mengenal beliau. Imam pun meminta kepada rombongan itu untuk menjadi pelayan yang menyiapkan kebutuhan mereka  diperjalanan.

Beliau pun memasang tenda, menyiapkan makanan, memberi makan tunggangan dan melakukan berbagai hal untuk melayani rombongan. Hal itu terjadi berkali-kali hingga dalam suatu perjalanan rombongan Imam bertemu dengan seorang yang mengenal cucu Rasulullah saw ini.

Orang itu berkata kepada kepala rombongan, “Tahukah anda siapa lelaki ini?”

Dia menjawab, “Tidak.”

“Dia adalah Ali bin Husain as.” kata orang tersebut.

Mendengar bahwa lelaki pelayan itu adalah cucu Rasulullah, seketika kepala rombongan itu langsung melompat dan mencium tangan serta kaki Imam Ali bin Husain as. Lalu ia berkata, “Wahai cucu Rasulullah, apakah engkau ingin mengirim kami ke neraka Jahannam? Jika kami memerintahmu dengan tangan atau lisan, bukankah hal itu telah membuat kami binasa (karena kekurang ajaran kami). Lalu apa yang membuatmu melakukan hal ini?”

Imam menjawab, “Suatu saat aku pernah bepergian bersama rombongan yang mengenalku. Mereka pun melayaniku karena Rasulullah saw, yang seharusnya tidak layak untukku. Dan aku pun takut jika kalian memperlakukanku seperti itu, maka aku lebih senang untuk tidak dikenali.

Sumber : Syarh Makarimul Akhlak