Syair Tentang Kepedihan Sayyidah Zainab as

Syair Tentang Kepedihan Sayyidah Zainab as

Seorang penyair arab menggubah syair untuk menceritakan kondisi Sayyidah Zainab as saat digiring sebagai tawanan.

Dalam syair itu disebutkan bahwa Sayyidah Zainab berkata :

Telah datang waktu malam..
Duhai putri-putri Alhusain..

Tidur dan beristirahatlah..
Esok kita akan kembali berjalan..
Tak ada lagi tempat bagi kita tuk berteduh…

Tidurlah.. Tidurlah…

{Ditengah upaya Sy. Zainab untuk menenangkan putri-putri Alhusain, seorang dari mereka berkata: }

Duhai bibi..

Aku tak bisa tidur..

Aku takut melihat lelaki yang berdiri didepan kemah itu..

Dia lah yang mencaci ayahku serta menumpahkan darahnya…

Bagaimana aku akan tidur sementara air mata ini terus mengalir…

{Sy. Zainab berusaha menenangkan putri ini dengan berkata : }

Duhai putriku tercinta…
Duhai permata hatiku…

Tidurlah disampingku…
Aku kan terus terjaga untukmu…

{Tidak lama setelah itu, putri Alhusain yang lain berkata : }

Bibi…

Ulurkan tanganmu…
Sungguh punggungku terasa sakit…

Setiap aku ingin tidur, Syimr selalu mendatangi mimpiku..

Dia selalu mengelilingiku, tak tau apa yang sebenarnya ia mau…

{Hati Zainab hancur mendengarnya, beliau hanya bisa menenangkan.. }

Duhai putri kecilku…
Janganlah takut…

Aku selalu ada didekatmu..

Janganlah takut..
Itu hanya sebuah mimpi dalam tidurmu..
Salamullah alaiki Ya Zainab..